Thursday, 8 July 2021

Kunyit sebagai pengobatan herbal yang mudah di dapat

" Kunyit sebagai pengobatan herbal yang mudah di dapat, Kunyit telah di kenal sejak dahulu oleh para leluhur bangsa Indonesia sebagai Jamu Kunyit "

Kunyit yang dikenal sebagai bahan pelengkap makanan dan memiliki cita rasa dan warna yang khas. 

Masyarakat kerap memanfaatkan kunyit untuk mengobati berbagai kondisi kesehatan. Tidak hanya digunakan sebagai bumbu dapur saja. 

Zat pewarna kuning tersebut diduga mampu membantu proses penyembuhan pada tubuh. Kunyit memiliki senyawa bernama kurkumin. 

Apakah klaim manfaat kunyit sudah teruji dari sisi medis ?

Tanaman kunyit ini mengalami penyebaran ke daerah Malaysia, Indonesia, Australia bahkan Afrika. 

Minyak asiri rimpang kunyit dapat meningkatkan sekresi empedu, sehingga mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. 

Waktu tanaman kunyit yang tepat adalah pada awal musim hujan, dan panen dilakukan pada musim kemarau yaitu setelah tanaman kunyit berumur lebih dari 9 bulan di lahan.

Sering dijadikan sebagai rempah dan bumbu pada masakan, Kunyit memiliki cita rasa dan warna yang khas. 

Kunyit mengandung senyawa aktif yang berwarna kuning yakni curcumin, yang biasa dijadikan pewarna makanan. 


Baca juga: Artikel terkait

Silahkan menggunakan Google Search Engine, Untuk mendapatkan alamat website lainnya yang terkait.


https://keranjangkesehatan.gankoko.com/2021/07/kunyit-sebagai-pengobatan-herbal .html
Gambar - Kunyit sebagai pengobatan herbal 



Kunyit ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan sebagai obat tradisional untuk beberapa penyakit.

Manfaat kunyit untuk kesehatan sudah sejak dulu digunakan nenek moyang sebagai pengobatan atau di jadi sebagai Jamu.

Tak heran, kunyit banyak digunakan sebagai bahan baku jamu atau obat tradisional untuk berbagai penyakit.


1. Kunyit sebagai pengobatan herbal yang harganya relatif murah


Kunyit sebagai pengobatan herbal. Selain sebagai bumbu masakan, curcumin menjadikan kunyit sebagai rempah-rempah yang memiliki banyak khasiat. 

Kandungan aktif curcumin itu merupakan antioksidan alami dan zat anti inflamasi yang membantu meningkatkan resistensi sel terhadap :

  • Infeksi
  • Radang
  • Kerusakan
  • Memperlambat proses tua
  • Bahkan mencegah beberapa penyakit degeneratif.


Berikut manfaat kunyit untuk kesehatan dan obat berbagai penyakit, dirangkum dari berbagai sumber :


a. Menyembuhkan nyeri sendi 


Salah satu klaim penyembuhan kunyit adalah kandungan antiinflamasinya. 

Dalam dosis kunyit yaitu, curcumin bisa lebih efektif ketimbang obat pereda radang seperti ibuprofen dan aspirin.

Penyakit peradangan kronis dapat diobati dengan kunyit seperti ; radang usus, arthritis osteoarthritis dan rheumatoid arthritis.

Penderita osteoarthritis, bila mengkonsumsi curcumin yang ada pada kunyit dengan dosis 1.000 mg per hari akan lebih cepat membaik dan rasa kaku berkurang. 

Hal yang sama juga dirasakan oleh penderita rheumatoid arthritis kronis.

Penyakit ini menyerang sendi namun bisa menyebar ke area lain seperti mata, paru-paru, kulit, jantung, dan pembuluh darah.

Dengan mengkonsumsi 500 mg curcumin dan 50 mg sodium diklofenak selama 8 minggu akan dirasakan peningkatan kondisi sendi yakni terasa lebih lentur dan bengkak berkurang.


b. Mencegah penyakit jantung


Hasil penelitian menunjukan curcumin dapat meningkatkan fungsi endothelial atau kesehatan.

Pada lapisan membran dalam jantung dan pembuluh darah. Membran tipis ini berperan untuk mengatur tekanan darah. 

Menurunnya fungsi endothelial berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung.

Curcumin bisa melindungi melawan menurunnya fungsi organ akibat proses tua sehingga bisa mencegah risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2.

Namun masih dibutuhkan lebih lanjut mengenai efektivitas dan keamanan mengkonsumsi kunyit jangka panjang sebagai alternatif pengobatan penderita penyakit jantung.


c. Mencegah kanker



Curcumin yang ada pada kunyit dapat mencegah dan bahkan dianggap bisa mengobati berbagai jenis kanker.

Kanker seperti usus besar, pankreas, prostat, payudara, dan perut. 

Senyawa antiinflamasi yang ada pada kunyit terkandung dalam curcumin dapat menekan pertumbuhan tumor dan kanker.

Curcumin pada kunyit dapat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh.

Melindungi dari penyakit yang merusak sel akibat radikal bebas dan mengurangi stres oksidatif. 

Para peneliti telah melakukan banyak percobaan pada potensi kunyit sebagai pengobatan yang saling mengisi pada pasien kanker.

Mereka juga menemukan bahwa curcumin pada kunyit dapat menargetkan sel-sel kanker dan menghambat kemunculan dan pertumbuhan tumor. 

Khasiat kunyit juga dapat membantu mengurangi radang dan rasa sakit akibat kemoterapi.



d. Mengendalikan diabetes



Melansir everydayhealth, curcumin pada kunyit mampu menurunkan kadar glukosa dan dapat mencegah diabetes tipe 1 dan 2. 

Hal tersebut berkat kandungan antiinflamasi dan antioksidan yang menekan kadar insulin serta menstabilkan gula darah dan lemak darah (hiperlipidemia). 

Hiperlipidemia berkolerasi dengan tingginya kolesterol jahat atau LDL.

Bahkan, sebuah studi menunjukkan bahwa curcumin 400 kali lebih kuat dari pada obat diabetes seperti metformin.

Dengan mengaktifkan enzim yang menghambat proses degeneratif di tubuh atau enzim AMPK. 

Aktivasi AMPK inilah yang dianggap oleh para peneliti sebagai terapi pengobatan untuk diabetes tipe 2.


e. Mencegah Alzheimer 


Curcumin pada kunyit dapat mengurangi penumpukan plak beta-amiloid di otak dan mengurangi peradangan saraf.

Kedua penyebab utama berkembangnya penyakit Alzheimer

Kunyit bisa meningkatkan kesehatan otak dengan melawan penyakit degeneratif seperti demensia dan Alzheimer. 

Meski sampai saati ini belum ditemukan obat untuk Alzheimer, namun kunyit setidaknya bisa membantu mencegah seseorang terkena penyakit tersebut.

Gangguan fungsi otak seperti Alzheimer berhubungan dengan peradangan dan kerusakan oksidatif yang menimbulkan penumpukan plak pada otak. 

Sementara curcumin pada kunyit dalam dosis yang tepat mampu membersihkan plak.


f.  Mengobati depresi



Depresi merupakan kondisi medis yang menyebabkan perasaan sedih atau hilangnya minat untuk melakukan aktivitas tertentu. 

Tentu kondisi ini dapat mengganggu penderitanya. Untungnya, depresi dapat diobati. 

Dalam sebuah penelitian, curcumin pada kunyit terbukti sama efektif dengan obat antidepresan seperti Prozac.

Hal tersebut juga didukung dengan pengujian lab yang menunjukkan bahwa kunyit dapat memengaruhi keseimbangan neurotransmitter di otak. 

Curcumin memiliki efek antidepresan dan ansiolitik yang mampu memodulasi kadar serotonin dan dopamin. 

Untuk mendapatkan khasiat kunyit, cobalah konsumsi 1.000 mg selama setidaknya 6 minggu. 


g. Meningkatkan kesehatan kulit



Kandungan antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidan dapat mengobati berbagai penyakit kulit. Penyakit seperti jerawat, eksim atau atopik dermatitis, dan psoriasis. 

Berdasarkan Macedonian Journal of Medical Sciences, kunyit adalah pengobatan yang aman dan efektif untuk psoriasis.

Para peneliti juga konfirmasi bahwa curcumin pada kunyit mengurangi stres oksidatif pada kulit yang bermasalah. 

Kunyit juga meningkatkan sintesis kolagen dan mempercepat perbaikan jaringan kulit, memperkecil pori-pori, mengurangi dan mencegah jerawat.

Bahkan membuat wajah lebih bercahaya apabila digunakan sebagai masker. Tetapi perlu diingat bahwa kunyit dapat menyebabkan reaksi alergi bagi kulit. 

Untuk itu, sebelum aplikasi ke wajah, lakukan tes dengan mengoleskan sedikit kunyit ke lengan kemudian tunggu selama 24 hingga 48 jam untuk melihat reaksi alergi.


h. Mengurangi sakit punggung 


Radang adalah kondisi ketika imun tubuh respons rasa sakit. Atau iritasi yang biasanya ditandai dengan gejala bengkak, kemerahan, dan nyeri atau ngilu. 

Meskipun merupakan reaksi yang wajar, namun bengkak bisa mengarah pada masalah kesehatan yang serius.

Dengan menargetkan radang dan mengurangi kerusakan akibat radikal bebas. Sakit punggung kronis merupakan masalah radang tulang belakang. 

Meskipun kunyit bukan obat langsung untuk mengobati kondisi ini, kunyit berpotensi meredakan sakit punggung bagian atas dan bawah.



i. mencairkan darah  


Ketika tubuh normal, sel darah trombosit akan cepat pembukuan dan menyumbat area yang terluka. 

Curcumin berpotensi bekerja sebagai antikoagulan (pengencer darah) dalam kondisi tertentu.

Namun ada kondisi kesehatan tertentu yang membutuhkan mencairkan darah untuk mencegah pembukuan. 

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi kunyit misalnya dalam bentuk suplemen, jamu, atau mengolahnya menjadi makanan.

Pembekuan atau pembekuan darah bisa mengancam nyawa karena bisa menyumbat di paru-paru, otak, dan sebagainya sehingga menghambat asupan darah ke organ vital lain.


j. Mengurangi alergi dan asma 


Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru mengidentifikasi zat asing sebagai bahaya, kemudian tubuh bereaksi berlebihan. 

Kandungan antiinflamasi pada kunyit dapat mengurangi kemungkinan kambuhnya asma karena membantu mengurangi obstruksi.

Hal tersebut karena tersumbat jalan napas dan bisa menjadi pengobatan alternatif untuk asma.

Penelitian menunjukkan curcumin  pada kunyit membantu melawan banyak gejala yang berhubungan dengan alergi seperti bersin, hidung tersumbat, pilek, dan demam.


k. Mendetoksifikasi hati


Detoksifikasi atau detoks berfungsi untuk menghilangkan racun dari darah dan melancarkan metabolisme.

Metabolisme untuk memastikan memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. 

Hati merupakan sistem pembersihan sentral tubuh. Hati yang sehat sangat penting untuk kesehatan fisik dan mental yang optimal.

Beberapa studi menunjukkan kemampuan curcumin pada kunyit untuk membatasi kerusakan pada hati dari zat-zat berbahaya. 

Kunyit juga merangsang produksi empedu dan membantu menghilangkan racun atau zat berbahaya yang tidak diinginkan dari tubuh.

Detoksifikasi mengeluarkan dan menghilangkan racun yang tidak dibutuhkan oleh tubuh sehingga kita dapat di lindungi dari penyakit dan menambah daya tahan tubuh.

Detoksifikasi juga berarti membersihkan darah dengan cara menghilangkan kotoran dari darah di hati, tempat racun diproses. 

Curcumin pada kunyit dapat membantu hati untuk mendetoksifikasi tubuh dan mengurangi beberapa efek dari karsinogen berbahaya.


l. Mengurangi migrain


Sakit kepala dan migrain seringkali sulit ditangani. Rasa sakit yang luar biasa dapat timbul karena banyak faktor termasuk stres.

Kelelahan, kurang tidur, peradangan, postur tubuh yang buruk, ketegangan leher, dan lainnya.

Migrain disebabkan oleh radang pembuluh darah di luar otak yang menyebabkan rasa sakit berdenyut-denyut di kepala. 

Karenanya, kunyit mampu mengurangi rasa sakit akibat migrain dan menghambat stres oksidatif dalam tubuh berkat kandungan antiinflamasi.

Itulah manfaat kunyit bagi kesehatan dan obat berbagai penyakit. 

Kunyit, baik dalam bentuk akar segar maupun bubuk, menunjukkan efektivitas dalam memberikan khasiat yang signifikan. 

Namun perlu diingat mengkonsumsi kunyit berlebihan tidaklah baik. Perhatikan batasan asupan per harinya, terutama bagi ibu hamil.


2. Kunyit sebagai pengobatan herbal namun memiliki efek samping


Kunyit sebagai pengobatan herbal. Kunyit dikenal sebagai rempah-rempah yang kaya akan manfaat baik untuk kesehatan.

Namun, konsumsi kunyit berlebihan bisa memicu masalah kesehatan. Kunyit sering digunakan untuk meredakan mual, perut kembung, nyeri haid, dan masalah lainnya.  

Namun, kunyit bisa menimbulkan sejumlah efek samping saat dikonsumsi terlalu banyak.  Apa saja efek samping kunyit yang perlu diperhatikan?  

Sebetulnya, kunyit tergolong aman dan jarang menimbulkan efek samping yang serius. 

Akan tetapi, untuk beberapa orang, mengkonsumsi kunyit terlalu banyak bisa memicu efek samping yang tidak nyaman.  

Berikut sederet efek samping kunyit yang perlu waspada :  


a. Iritasi pencernaan 


Meski baik untuk pencernaan, kunyit dapat mengiritasi pencernaan jika dikonsumsi berlebihan.  

Pasalnya, kunyit memiliki efek yang mampu merangsang lambung untuk memproduksi lebih banyak asam.  



b. Batu ginjal  


Kunyit tinggi akan oksalat. Senyawa ini dapat membentuk batu ginjal bila dikonsumsi secara berlebihan. 

Batu ginjal bisa memicu nyeri yang hebat dan rasa tidak nyaman.  


c. Sakit kepala dan mual  


Efek samping kunyit berupa sakit kepala dan mual pun bisa terjadi saat kunyit dikonsumsi dalam dosis tinggi, misalnya di atas 450 miligram (mg).  

Ruam kulit Konsumsi kunyit secara berlebih dilaporkan dapat memicu ruam kulit. Namun, efek samping kunyit ini tergolong jarang terjadi.  


d. Intoleransi gluten dan penyakit celiac 


Bubuk kunyit yang dijual di pasaran bisa mengandung gandum, jelai (barley), dan gandum hitam (rye).  

Jika dikonsumsi oleh pengidap intoleransi gluten atau penderita penyakit celiac yang "alergi" gluten, bisa membuat kekambuhan atau memperburuk gejala. 

Pasalnya, gluten merupakan protein yang ditemukan pada gandum, jelai, dan gandum hitam.  


e. Kanker 


Beberapa bubuk kunyit bisa saja mengandung pewarna makanan.

Contohnya, pewarna makanan jenis metanil yellow atau acid yellow 36 yang sering digunakan saat pengolahan kunyit di India.  

Menurut beberapa penelitian pada hewan, metanil yellow berpotensi menyebabkan kanker bila dikonsumsi dalam dosis tinggi.  


f. Kontraksi  


Perempuan hamil harus menghindari konsumsi kunyit. Rempah ini diyakini dapat merangsang kontraksi rahim sehingga bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur dan keguguran.  


Sebagai penutup, diucapkan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel " Kunyit sebagai pengobatan herbal yang mudah di dapat "


Untuk mendapat informasi lebih luas dan lengkap tentang topik ini, silahkan menggunakan Google Search Engine


Semoga artikel ini memberi manfaat serta inspirasi. Bila ada yang ingin mendiskusikan bisa klik " Contact Us "


Untuk melengkapi pemahaman tentang Kunyit sebagai pengobatan herbal
silahkan tonton video dibawah ini.


https://keranjangkesehatan.gankoko.com/2021/07/kunyit-sebagai-pengobatan-herbal .html
Video - Kunyit sebagai pengobatan herbal -
Atasi Berbagai Penyakit, Ini 5 Manfaat Kunyit
Untuk Kesehatan Tubuh Mu!

No comments:

Post a Comment