Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara mengkonsumsi jamu dengan aman


Cara mengkonsumsi jamu dengan aman. Indonesia mempunyai kekayaan tanaman yang melimpah, seiring dengan meluasnya penggunaan jamu di Indonesia”

Namun, apakah obat yang terbuat dari bahan alami sudah pasti aman dikonsumsi?


Baca juga artikel terkait
 
Gunakan Google Search Engine, Untuk mendapatkan alamat website terkait lainnya.


https://keranjangkesehatan.gankoko.com/2023/10/cara-mengkonsumsi-jamu-dengan-aman.html
Gambar - Cara mengkonsumsi jamu dengan aman


Cara mengkonsumsi jamu dengan amanMasyarakat Indonesia masih percaya dengan obat herbal. Hal ini terlihat dari banyaknya para dukun keliling.

Berbagai produk obat herbal yang beredar di pasaran, seperti:


Obat herbal dibuat dari tumbuhan atau campuran ekstrak tumbuhan untuk mengobati penyakit atau menjaga kesehatan.

Obat herbal bisa dibuat dari daun, bunga, batang, akar, buah, bahkan biji.

Kemudian bahan-bahan tersebut diolah dan dikemas dalam bentuk:

  • Kapsul
  • Tablet
  • Minyak
  • Salep
  • Minuman dalam bentuk teh. Contoh tanaman yang sering dikonsumsi sebagai obat herbal adalah srikaya.

Karena terbuat dari bahan-bahan alami, masyarakat menganggap obat herbal aman dan tidak ragu untuk mencobanya.

Jangan ragu untuk mencobanya, apalagi jika obat herbal tersebut sudah digunakan secara turun-temurun.


1. Regulasi dan standardisasi obat herbal di Indonesia


Cara mengkonsumsi jamu dengan amanPada dasarnya obat herbal yang beredar di Indonesia aman dikonsumsi, asalkan produknya terdaftar di BPOM RI.

Di Indonesia sendiri, obat herbal dikelompokkan menjadi dua jenis, yakni obat herbal tradisional dan obat herbal non tradisional.


a. Obat herbal tradisional


Dikenal dengan sebutan obat tradisional atau jamu. Bahan-bahannya telah digunakan secara turun-temurun dan merupakan resep warisan budaya Indonesia.


b. Obat herbal non-tradisional


Kandungan dalam obat ini tidak ada dalam sejarah pengobatan tradisional nenek moyang Indonesia atau tidak diturunkan dari generasi ke generasi

Namun berpotensi bermanfaat bagi tubuh.

Sebelum mengizinkan peredaran produk obat herbal, BPOM RI akan melakukan serangkaian uji ilmiah terlebih dahulu.

Pengujian untuk melindungi masyarakat dari kemungkinan kandungan zat berbahaya.

Namun untuk obat herbal yang sudah digunakan secara turun-temurun, uji klinis biasanya tidak perlu dilakukan lagi.

Meski ada juga yang memerlukan pembuktian lebih lanjut.

Proses uji klinis pada suatu produk meliputi pemeriksaan identitas yang benar:

  • Tanaman yang digunakan
  • Bagian tanaman yang digunakan
  • Cara menyiapkan bahan baku
  • Identifikasi senyawa aktif.

Metode ekstraksi yang digunakan, cara bahan baku disiapkan dan produk diuji juga diperlukan.

Obat herbal yang beredar di Indonesia tidak boleh mengandung bahan kimia obat (BKO) karena dapat membahayakan kesehatan dan berakibat fatal.

Contoh BKO yang dimaksud adalah paracetamol sebagai pereda nyeri atau sildenafil sebagai obat untuk mengatasi impotensi.

BPOM RI melarang keras masyarakat mengkonsumsi obat herbal yang mengandung BKO.

BPOM RI juga akan menyita produk obat herbal yang mengandung zat tersebut.


2. Efektivitas klinis obat herbal


Cara mengkonsumsi jamu dengan amanObat herbal memiliki kandungan dan cara kerja yang sangat kompleks.

Meski secara umum dianggap alami, bukan berarti obat herbal benar-benar aman.

Berbeda dengan obat medis, obat herbal mempunyai cara kerja yang berbeda dalam mengobati penyakit.

Jika pengobatan konvensional bertujuan untuk mengobati penyakit tertentu, maka obat herbal umumnya lebih berperan dalam proses pemulihan tubuh.

Hampir semua tanaman memiliki efek atau kandungan antioksidan di dalamnya.

Aktivitas antioksidan pada obat herbal inilah yang membuatnya digunakan untuk membantu mengatasi berbagai kondisi seperti:

  • Kanker
  • Hilang ingatan
  • penyakit Alzheimer
  • Diabetes
  • Penyakit kardiovaskular seperti aterosklerosis.

Fakta ilmiah dari berbagai penelitian selama ini menyimpulkan bahwa efektivitas klinis obat herbal masih belum didukung oleh bukti yang kuat dan konsisten.

Beberapa orang mengaku merasa lebih baik setelah mengkonsumsi jamu, namun ada juga laporan keracunan setelah mengkonsumsi jamu.

Jadi jika Anda ingin menggunakan obat herbal sebagai metode pengobatan, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu ke dokter.


3. Tips aman mengkonsumsi obat herbal


Cara mengkonsumsi jamu dengan amanSebagian besar bahan alami yang digunakan sebagai obat herbal aman dikonsumsi.

Meski aman, obat herbal juga berpotensi menimbulkan efek samping ringan hingga berat pada tubuh.

Informasi mengenai kemungkinan efek samping biasanya tercantum pada kemasan.

Agar terhindar dari bahaya, berikut tips aman mengkonsumsi obat herbal.

Pastikan membeli produk yang terdaftar di BPOM RI.


a. Jangan lupa untuk memeriksa tanggal kadaluwarsa produk


Cara mengkonsumsi jamu dengan amanIkuti seluruh petunjuk penggunaan dan dosis yang tertera pada kemasan.

Hubungi customer service produk tersebut jika ingin mengetahui lebih jelas mengenai produknya.

Sebelum mengkonsumsi, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Obat herbal tidak bisa dikonsumsi oleh semua orang.

Orang dengan kondisi tertentu sebaiknya lebih berhati-hati atau lebih baik menghindari penggunaan obat herbal.


b. Ibu hamil dan menyusui


Kehamilan merupakan masa dimana para ibu harus berhati-hati dalam mengkonsumsi apapun, termasuk obat-obatan herbal.

Apa yang dikonsumsi ibu hamil dapat mempengaruhi kondisi janin dan dapat mengakibatkan keguguran, kelahiran prematur, atau cacat lahir.

Hal ini juga berlaku pada ibu menyusui. Asupan yang masuk ke dalam tubuh ibu menyusui bisa saja terkandung di dalam ASI.

Zat yang terkandung dalam obat herbal bisa saja berdampak pada kesehatan bayi.


c. Orang yang akan menjalani operasi


Ada beberapa obat herbal yang bisa memperlambat pembekuan darah atau mengencerkan darah.

Hal ini bisa berdampak buruk jika obat herbal tersebut dikonsumsi sebelum menjalani operasi.

Salah satu contohnya adalah ginkgo biloba.

Konsumsi obat herbal ini sebaiknya dihentikan minimal dua minggu sebelum operasi karena dapat memperlambat proses pembekuan darah.


d. Sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu


Obat herbal juga dapat menimbulkan efek samping yang serius jika dikonsumsi bersamaan dengan obat medis, seperti:

  • Obat penurun tekanan darah
  • Obat pengencer darah
  • Obat kencing manis.

Salah satu obat herbal yang dianjurkan untuk tidak dikonsumsi bersamaan dengan obat tersebut adalah suplemen atau teh rosela.


e. Memiliki penyakit tertentu


Obat-obatan herbal yang awalnya dimaksudkan untuk memberikan manfaat yang baik justru dapat memperburuk penyakit seseorang.

Misalnya saja obat herbal sambiloto.

Obat ini dipercaya mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, namun juga bisa berbahaya jika sambiloto dikonsumsi oleh penderita penyakit autoimun.

Lalu ada juga jamu yang berbahan dasar pegagan.

Daun pegagan dan daun kenikir sebaiknya tidak dikonsumsi oleh penderita penyakit liver.

Menurut penelitian, mengkonsumsi pegagan dapat meningkatkan risiko kerusakan hati.

Jadi, jangan sembarang minum obat herbal, apalagi jika tujuannya untuk pengobatan.

Anda perlu mengetahui apa tujuan, manfaat dan keamanan obat herbal tersebut.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai obat herbal, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.


 
 
Sebagai penutup, terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel " Cara mengkonsumsi jamu dengan aman "
 
Untuk mendapatkan informasi yang lebih luas dan lengkap tentang topik ini, gunakan Google Search Engine
 
Semoga artikel ini bermanfaat dan menginspirasi. Jika ada yang ingin berdiskusi, klik "Contact Us"
 
 
Untuk melengkapi pengertian Cara mengkonsumsi jamu dengan aman,
tonton video di bawah ini.

https://keranjangkesehatan.gankoko.com/2023/10/cara-mengkonsumsi-jamu-dengan-aman.html
Video - Cara mengkonsumsi jamu dengan aman -
Bolehkah Meminum Herbal Dan Obat Kimia Bersamaan? - dr. Zaidul Akbar Official

Post a Comment for "Cara mengkonsumsi jamu dengan aman"